Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mendorong peningkatakan kualitas garam guna memenuhi kebutuhan nasional.

Safri Burhanuddin, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim mengatakan, kebutuhan garam dalam negeri diprediksi mencapai 4,5 juta ton, sementara produksi garam dalam negeri ditargetkan 3,4 juta ton pada 2024 .

Adapun, dengan kekurangan 1,1 juta ton, Safri mengimbau untuk memutuskan sistem atau metode pergaraman yang akan dipakai untuk menghasilkan garam dengan kualitas di atas 96 persen.

“Kalau itu memang sistemnya PT Garam, kita harus berani mengatakan bahwa sistemnya harus memiliki standar yang lebih baik, dia tidak boleh lagi pakai teknologi yang dia pakai sekarang yang hasilnya cuma 50-60 ton, harusnya bisa menghasilkan 100-150 ton garam,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2020).

Sementara itu, Amalyos, Asisten Deputi Hilirisasi Sumber Daya Maritim menambahkan perlu adanya harmonisasi dan sinkronisasi program-program Kementerian/Lembaga terkait.

“Ada banyak hal yang telah dilakukan untuk mendorong bagaimana memproduksi garam industri, dan hal itulah yang akan kita terus dorong dan fasilitasi sinkronisasinya,” tambahnya.

Miftahul Huda, Direktur Jasa Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan KKP telah mencoba merancang Peraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.

“Sehingga itu menjadi dasar hukum bagi flagship, bagi kami dan kementerian terkait lainnya untuk bergerak bersama-sama mencapai swasembada garam,” paparnya.

Perpres ini tambahnya, disusun karena ada arahan Presiden pada rapat terbatas Februari lalu yaitu untuk membuat industri garam terintegrasi.

Huda mengatakan, di dalam Perpres tersebut, terdapat Rencana Aksi yang menjadi program Kementerian/Lembaga terkait pada 2020 hingga 2024 melalui pengembangan Sentra Ekonomi Garam Rakyat (SEGAR).

“Isi pokok dari RAN Perpres ini mecoba mensinkronkan program-program dari setiap Kementerian/Lembaga terkait yang terlibat dalam urusan pergaraman ini. Dan KKP terlibat dalam membuat SEGAR yang mencoba mengintegrasikan urusan hulu dari proses produksi sampai proses pemasaran pada level lokal,” jelasnya.

Editor : Rio Sandy Pradana
Penulis : Thomas Mola – Bisnis.com
Foto : Feri Kristianto – JIBI/BISNIS (Petani garam Amed memanen garam menggunakan alat tradisional).
Sumber : ekonomi.bisnis.com