Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami penguatan. Mengutip data Reuters nilai dolar AS tercatat di level Rp 13.654 atau menguat dibandingkan periode hari sebelumnya. Kemudian berdasarkan data Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) nilai tukar tercatat Rp 13.708.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengungkapkan saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah sesuai dengan kekuatan pasar. “Artinya masih sepanjang fundamental, kita tidak akan mengintervensi. Ini pun didukung oleh kondisi makro kita yang cukup positif,” kata Dody di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Dia mengungkapkan apalagi angka produk domestik bruto (PDB) yang akan membaik, angka inflasi yang terkendali, survei konsumen menunjukkan ekspektasi yang bagus.
Kemudian, kondisi eksternal juga dinilai cukup terkendali. Lalu ditambah cadangan devisa yang terus bertambah dan menguat.

“Ini membuat rupiah cukup confident, kami (BI) juga confident terhadap perkembangan rupiah,” imbuh dia. Dari data RTI, dolar AS pagi ini melemah 68 poin atau 0,49%. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di level Rp 13.705.

Mata uang Paman Sam pagi ini tercatat paling lemah terhadap rupiah, ringgit Malaysia, dan dolar Taiwan. Dan paling unggul terhadap poundsterling, yen Jepang, dan dolar Hong Kong.
Sementara rupiah pagi ini cemerlang terhadap seluruh mata uang negara utama dunia. Rupiah paling kuat unggul terhadap poundsterling, yen Jepang, dan franc Swiss.(kil/ara)

Penulis : Sylke Febrina Laucereno
Foto: Lamhot Aritonang (Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo)
Sumber : finance.detik.com/bursa-dan-valas/