Bisnis.com, JAKARTA — Pasokan dan stabilitas harga bawang putih di kawasan DKI Jakarta dipastikan aman jelang akhir tahun. Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengemukakan bahwa sampai saat ini setidaknya terdapat stok bawang putih sebanyak 3.000–4.000 ton di gudang penyimpanan kelolaan perusahaan.

Harga rata-rata eceran bawang putih mulai Oktober sampai November di 10 kota besar menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren kenaikan meski hanya di angka 0,04%. Menurut Arief, kenaikan harga bawang putih sendiri banyak dipengaruhi oleh harga di negara.

“Iya benar [ada kenaikan], tapi lebih karena harga di China yang sedang tinggi. Harganya memang fluktuatif, tapi kalau dibanding tahun lalu memang lebih tinggi tiga kali lipat. Tahun lalu bisa sekitar US$470 per ton, kalau tahun ini di kisaran US$1.000 sampai US$1.300 per ton. Harga untuk Desember saja sudah mencapai US$1.400 per ton,” papar Arief kepada Bisnis akhir pekan lalu.

Faktor manajemen distribusi pun disebutnya tak bisa dikesampingkan. Pemasukan bawang putih impor harus dilakukan tepat waktu demi menghindari lonjakan harga akibat pasokan yang minim. Untuk Food Station, Arief menyatakan bahwa pemasukan bawang putih sendiri mencapai 30 kontainer setiap minggunya dengan volume setiap kontainer sebesar 29 ton.

“Jadi kami atur setiap minggu ada kedatangan kontainer dan ini konsisten untuk sampai akhir tahun,” ujarnya.

Adapun sepanjang 2019, perusahaan tercatat telah merealisasikan importasi bawang putih sebanyak 12.000 dengan sisa 3.000 ton yang ditargetkan rampung sampai akhir tahun. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut pada 2019 ini menerima rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian sebanyak 20.000 ton dan memperoleh persetujuan sebanyak 15.000 ton, lebih tinggi dibandingkan persetujuan impor pada 2018 yang berjumlah 10.000 ton.

“Kami pastikan untuk Jakarta aman dari segi harga untuk bawang putih, beras, dan kebutuhan pokok karena kami punya stok. Stok tidak kami kemana-manakan, kami atur weekly basis. Di akhir tahun biasanya tidak ada kontainer masuk dan masuk lebih awal. Terakhir masuk pertengahan Desember kira-kira,” imbuh Arief.

Editor : Mia Chitra Dinisari
Penulis : Iim Fathimah Timorria
Sumber : ekonomi.bisnis.com